Mutia Salon dan Spa Muslimah di Semarang

Saat ini aku punya salon dan spa langganan, namanya Mutia Salon, khusus untuk tamu muslimah aja ya tentunya. Dulu sebelum langganan ama salon ini, punya salon langganan namanya Axxxx (daerah barat, deket rumahku), sebenarnya sudah cocok sama salon Axxxx, ada salah seorang kapsternya yang baik hati. Tapi sampai berjalannya waktu, ternyata, aku dibikin kecewa sama seorang kapsternya(oknum) di situ yang ahli bagian motong rambut, masa gak bilang buat untuk secara resmi rambut si dedek (anakku yang TK A) dipotong, tiba-tiba cuman motong 4 kali doank, krek krek sampai 4 kali doank ditarik tarif bayar motong rambutnya orang dewasa, hikss kecewaaaaa…..banget, ya sudah, akhirnya aku bertekad gak mau pakai itu lagi, padahal sudah langganan sekitar setengah tahun, tapi gimana lagi, mereka sperti pembohong, tiba-tiba narik harga potong rambut ke anak kecil segitu, mana aku gak minta untuk mereka motong rambut anakku pula.

Akhirnya aku search di google, nemu salon baru, namanya Mutia Salon, meski letaknya jauh dari rumahku, aku di daerah barat, sedang salon tersebut di timur, gak masalah. Mereka sangat sopan dengan pelayanan yang bagus. pokoknya top deh.

ruangspa1

ini ruang spa nya, nyaman kan?

di sini aku biasanya suka ambil paket namanya Mutia Manis, yaitu paket berupa body message, body scrub, berendam, body lotion.

bath up buat berendam

bath up buat berendam

Selain paket Mutia Manis, biasanya aku juga suka totok wajah dan diakhiri dengan Hair spa, biar harum dan sehat 🙂

Umroh 2013

Alhamdulillah, subhanallah, akhirnya 12 Februari hari yang kami nanti tiba juga. Umroh bersama ibuku, impian ibuku terwujud pengin umroh, bersama travel Arwaniyah (yayasan milik KH Ulin Nuha Kudus). Ini adalah salah satu dari berbagai impianku yang bisa aku wujudkan. Alhamdulillah, bisa umrohin ibu pakai bonusnya oriflame. Diawali kumpul di kudus jam 2 dini hari tanggal 12 Februari untuk yang rombongan dari kudus. Sedangkan aku yang sudah posisi di Semarang, karena rumahku di semarang, langsung menuju bandara A Yani Semarang.  Penerbangan pesawat Semarang – Jakarta yang kami tumpangi dijadwal terbang pukul 06.20. Diawali dengan prosesi mandi taubat, dan dilanjutkan dengan salat malam (hajat dan tahajud) dengan bacaan-bacaan dzikir yang sudah diajarkan kepada kami. Sebelum keluar rumah, aku membaca ayat kursi. Dilanjutkan adzan serta iqamat yang disuarakan adekku yang kebetulan aku pasrahin untuk menjaga rumah dan jagain kedua putri-putriku, karena suamiku dinas di jakarta. Bismillah, berangkat, dari Semarang ke jakarta by lion air, sesampai di bandara Soekarno Hatta Jakarta langsung diajak ke Lounge Saphire untuk diajak istirahat dan breakfast. Hampir aja di sini ibuku ketinggalan, jadi ceritanya Ibuku di toilet agak lama, so mepet dengan waktu chek in di prosec chek in imigrasi bandara, Alhamdulillah waktunya masih cukup, begitu proses chek in imigrasi selesai langsung bergegas ke gate tempat pesawat boarding. langsung di dalam pesawat, Bismillah perjalanan dimulai, Jakarta – Jeddah take off jam 11.00 WIB.

InsyaAlloh selama perjalanan urusan makan sudah bagus yaa, artinya kita gak usah bawa-bawa dari rumah sudah lebih dari cukup panitia menyediakan. Seperti ini contohnya:

lunch pertama di pesawat

lunch pertama di pesawat

Jakarta – Jeddah kami tempuh selama 9 jam, dengan perbedaan waktu 4 jam duluan Indonesia ya. Sampai Jeddah pukul 16.00 waktu Jeddah. setelah shalat jamak dhuhur ashar di jeddah, kemudian nunggu waktu maghrib sekalian, untuk shalat maghrib jamak isya’. Jeddah – Madinah ditempuh dengan perjalanan darat naik bus kurang lebih 5 jam ya. Jam 7 malam waktu jeddah berangkat ke Madinah. Tiba di madinah pukul 12 malam. Langsung menuju ke hotel Jawharat Al Fayroz Madinah.

Jawharat Al Fayroz Hotel Madinah

Jawharat Al Fayroz Hotel Madinah

kamar kami berempat di Al Fayrooz

kamar kami berempat 🙂

a6

dari balkon kamar kami

Setelah istirahat sejenak dan mandi, akhirnya kami berempat dan beberapa temen lain serombongan menuju ke masjid Nabawi Madinah, jaraknya cukup deket dengan hotel tempat kami nginap, jalan kaki lurus cuman 3 menit aja. Subhanallah, indah sekali, Ya Alloh akhirnya aku bisa mengunjungi masjid NabiMu, tak terasa meneteskan air mataku, terharu bahagia bersama ibuku.

a8

a5

Alhamdulillah bisa shalat tahajud dan hajat di sini, sambil nunggu adzan shubuh, Subhanallah, bisa salat berjamaah pertama kali di sini. Sesudah selesai shubuhan, nunggu beberapa saat, kemudian lanjut dengan dhuha, selesai dhuha keluar dari masjid menuju halaman masjid deket makam Rosulullah. Ziarah pertama ke makam Rosulullah dengan dipimpin ketua rombongan Bapak Saeun. Sesudah selesai kamipun kembali ke hotel untuk sarapan dan istirahat sambil nunggu waktu salat dhuhur tiba untuk kembali ke masjid Nabawi. Pokoknya kalau selama di sana rasanya tuh sayang banget kalau salat 5 waktunya gak di masjid, bener-bener kita manfaatin bener selama di sana harus salat di masjid, pahalanya besar, amiiin.

Hari kedua di madinah, alhamdulillah bisa shalat lagi di masjid, abis shubuhan sengaja gak keluar dari masjid, pengin ke Roudhoh sekaligus ziarah ke Rasulullah. Sambil nunggu dibuka, bisa buat ngaji dan menikmati keindahan masjid nabawi.

nungguin pintu kubah di atasku kebuka

nungguin pintu kubah di atasku kebuka

a21

Dengan tanda terbukanya atap kubah, pintu menuju Roudhoh pun dibuka, bergegas-gegas orang pada kesana. Ya Alloh merinding rasanya mau ziarah ke makam Rosul dan Roudhoh. Akhirnya sampai di sekitaran sebelum masuk Roudhoh, duduk antri lagi, karena banyaknya jamaah dan tempatnya mesti bergantian kalau banyak jamaah seperti itu.

sudah terlihat makam Rasullullah, dibawah kubah warna hijau itu

sudah terlihat makam Rasullullah, dibawah kubah warna hijau itu

a15

Roudhoh yg bikin menitikkan airmata haru

(Bersambung dulu ya ceritanya 😛 )